14 Jan 2015

Sekarang dan untuk Masa Depan

       Di tengah ketatnya persaingan industri semen di Indonesia yang semakin kompetitif. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. dituntut untuk selalu  memberikan inovasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan di tengah kompetisi industri semen yang semakin meningkat. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. adalah produsen semen yang terbesar di Indonesia yang berstatus multinational corporation. Pada tanggal 20 Desember 2012, PT Semen Indonesia Tbk resmi berganti nama dari sebelumnya bernama PT Semen Gresik Tbk. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. adalah Holding Company (HoCo) yang membawahi 4 buah Operating Company (OpCo) yaitu PT Semen Gresik, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, dan Thang Long Cement. Sedangkan produsen semen terbesar kedua adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. dan PT Holcim Indonesia Tbk. diperingkat ketiga.
    Tingkat persaingan industri semen di Indonesia menjadi semakin ketat dengan penambahan kapasitas dari existing players serta mulai beroperasinya sebagian fasilitas produksi dari new entrants yang berasal dari domestik maupun global, dan juga merk-merk baru yang semakin gencar memasuki pasar domestik.

       Menurut Asosiasi Semen Indonesia (ASI), selain dari pabrikan yang ada sekarang ini, beberapa investor baru tampaknya juga akan meramaikan industri semen di tanah air, antara lain adalah:

No
Nama Pemilik Proyek/Investor
Kapasitas/tahun
Lokasi
1
China Anhui
10 juta ton
Kalimantan Selatan/ Kalimantan Timur/ Kalimantan Barat/
Papua Barat

 
2,5 juta ton
Tanjung, Kalimantan Selatan
2
China Trio Int. Engineering Co. Ltd
1,5 juta ton
Subang, Jawa Barat
3
State Development and Investment Cooperation
1 juta ton
Papua
4
Siam Cement Group – Thailand
(Akuisisi Boral/Jaya Readymix)
1,8 juta ton
Sukabumi, Jawa Barat

 
1,2 juta ton
Bayah, Banten
5
Paku Bumi/Semen Karawang
PT Jui Shin Indonesia
2,5 juta ton
Karawang, Jawa Barat
6
PT Semen Grobogan /
Gajah Tunggal (China Triumph Int Eng Co Ltd – CTIEC)
1,5 juta ton
Grobogan, Jawa Tengah
7
Wilmar Group
2 juta ton
Banten
8
Ultra Tech Cement – India
4 juta ton
Wonogiri, Jawa Tengah
       Tantangan utama yang harus dihadapi Semen Indonesia saat ini bukan hanya harus bisa mempertahankan dominasi pasar domestiknya, tetapi juga harus bersiap menghadapi pemberlakuan pasar bebas ASEAN. Sinergi operasional PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. pun terus ditingkatkan agar mampu meningkatkan efisiensi dengan memanfaatkan lokasi pabrik yang tersebar di 4 lokasi, yaitu Tuban Jawa Timur, Padang Sumatera Barat, Tonasa Sulawesi Selatan, dan Thang Long Vietnam. 
       Proyek strategis dalam rangka meningkatkan kapasitas juga terus dilaksanakan seperti pembangunan pabrik VI di Indarung Padang senilai Rp 3,5 triliun dan pabrik Rembang dengan  nilai investasi Rp 4,3 triliun. Melalui pembangunan pabrik baru dan upgrading kapasitas, diperkirakan pada tahun 2017 kapasitas produksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. akan mencapai sekitar 40,8 juta ton/tahun.
        Pabrik Indarung VI akan memiliki kapasitas 3 juta ton/tahun. Hal ini membuat kapasitas produksi Semen Padang meningkat menjadi 10,5 juta ton semen per tahun, dari kapasitas sebelumya 7,5 juta ton, yang terdiri dari pabrik Indarung II, III, IV, dan V sebesar 6,5 juta ton per tahun, dan beroperasinya Grinding Plant/Cement Mill di Dumai tahun ini dengan kapasitas 1 juta ton. Sehingga, PT Semen Padang akan memberikan kontribusi terhadap produksi Semen Indonesia secara nasional sebesar 25%. Peningkatan kapasitas produksi juga sebagai bentuk tanggung jawab Perseroan untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional dengan permintaan semen yang terus meningkat.
        Meskipun hingga saat ini pembangunan pabrik semen di Rembang masih menjadi pro dan kontra. Namun PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mempunyai komitmen kuat dalam upaya mewujudkan green industry, perusahaan yang terus maju dengan memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan.

        Bukti komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. sebagai perseroan yang menerapkan produksi berwawasan lingkungan adalah mendapatkan penghargaan GREEN INDUSTRY Level 5 dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan untuk Pabrik semen di Tuban mendapat nilai “PROPER EMAS” dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Pabrik semen di Tonasa mendapatkan penilaian proper hijau dan pabrik semen di Padang mendapatkan penilaian biru.
        Seperti diketahui Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia mengeluarkan lima proper yakni hitam harus ditutup karena tidak ada syarat yang dipenuhi, merah hanya mentaati 50 persen, biru mentaati 100 persen, hijau mentaati ditambah perbaikan terhadap peraturan, dan emas mentaati aturan dan melakukan perbaikan terhadap peraturan, juga melibatkan peran serta masyarakat dalam penanganan lingkungan.
     Dengan teknologi lingkungan yang lebih canggih, pabrik Rembang diyakini mampu menghemat 10.000 ton batubara/th atau mengurangi emisi CO2 sebesar 80.000 ton/th, hemat listrik 30%, tidak ada debu yang terlepas, bahkan saat pabrik mati dan lain-lain. Dengan teknologi tersebut, diyakini pabrik di Rembang akan mendapat penilaian yang sama, bahkan lebih baik dari sisi kualitas. Hal tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa proyek Rembang akan merusak dan merugikan, baik dari segi lingkungan maupun sosial. 

      Pembangun merupakan hal yang perlu dilakukan di tengah persaingan global yang semakin meningkat. Mewujudkan tekad sebagai pemain utama dalam pasar global industri persemenan dalam pasar bebas ASEAN memang bukan hal mudah. Keinginan untuk menjadi pemain utama dalam panggung pasar bebas ASEAN tentu juga bukan hal yang berlebihan.  Apabila pembangunan tidak dilakukan sekarang, maka bisa saja di tahun-tahun  mendatang negara Indonesia hanya menjadi pasar produk-produk asing yang masuk ke Indonesia. 
       Namun disisi lain pembangun juga memiliki dampak negatif. Hal yang dapat dilakukan adalah meminimalisir dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif yang ditimbulkan oleh pembangunan tersebut, sehingga dapat bermanfaat untuk masa depan.





Sumber:

Aditiasari, Dana. 2014. Bangun 2 Pabrik Baru, Semen Indonesia Bidik Produksi 40,8 Juta Ton diakses dalam http://news.detik.com/transisipresiden/read/2014/05/26/101613/2592173/1036/bangun-2-pabrik-baru-semen-indonesia-bidik-produksi-408-juta-ton [14 Januari 2015].

Anonim, 2012. Calon-calon Investor Baru Pada Industri Semen diakses dalam http://www.asi.or.id/berita-106-caloncalon-investor-baru-pada-industri-semen.html [14 Januari 2015].

Anonim, 2013. Perkembangan Industri Semen di Indonesia Tahun 2012-2016 diakses dalam http://www.asi.or.id/berita-116-perkembanganindustrisemendiindonesiatahun2012%E2%80%932016.html [14 Januari 2015].

Ganet, 2014. Semen Indonesia Serius Tangani Lingkungan diakses dalam http://banten.antaranews.com/berita/21102/semen-indonesia-serius-tangani-lingkungan [14 Januari 2015].

Subrata, Egi. 2014. Peningkatan Kinerja  SMI (Semen Indonesia) dalam Menghadapi Persaingan Pasar Bebas ASEAN diakses dalam http://metalurgimaterial.blogspot.com/2014/04/peningkatan-kinerja-smi-semen-indonesia.htmlhtml [14 Januari 2015].

0 komentar:

Posting Komentar

Curriculum Vitae

CV