12 Nov 2011

Awalnya Terpaksa tapi Jadi Luar Biasa

Pada saat lulus dari SMPN 2 Banjarmasin (Spenda) hanya ada satu sekolah yang ingin ku jadikan sebagai tempat aku bersekolah ketika SMA yaitu SMAN 1 Banjarmasin. Tetapi Allah SWT berkata lain saat pengumuman tes SMAN 1 Banjarmasin (Smasa) aku berulang kali mengecek nama ku pada daftar pengumuman yang ada tetapi tetap saja nama ku tidak muncul pada papan pengumuman itu. Aku pun sempat galau untuk memilih tempat ku menuntut ilmu ketika SMA (saat itu istilah galau belum populer).

Sampai suatu ketika ada tetangga ku yang mengusulkan agar aku bersekolah di SMAN 6 Banjarmasin (Smasix), akhirnya aku pun bersekolah disitu. Pada saat hari pertama sekolah dimulai (tepatnya PraMOS, hanya ada siswa baru dan panitia serta wakasek dan timnya yang hadir di sekolah) aku kurang begitu kenal dengan orang-orang sekitar ku karena pada saat angkatan ku hanya ada 7 orang wakil Spenda yang bersekolah disitu, tetapi ternyata angkatan di atas ku banyak alumni Spenda yang bersekolah di Smasix sehingga membuat aku tidak kesulitan dalam beradaptasi.
Ketika KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dimulai pertama kali aku pun sangat-sangat heran dengan standar nilai yang ada di Smasix karena standar nilai yang ada lebih rendah dibandingkan dengan Spenda, kemudian hanya segilintir teman-teman di kelas ku yang memiliki kepintaran di atas rata-rata (hal ini tentu berbeda dengan Spenda karena disana hampir setengah hingga duapertiga anak memiliki kepintaran di atas rata-rata). Kemudian untuk kantin di Smasix letaknya terpisah-pisah dan makanan yang dijual kurang variatif, hal ini sangat lah kalah jauh dibandingkan dengan Spenda karena disana kantinnya lebih terorganisir dan makanan yang dijual sangat bervariatif. Kemudian muncul lah dipikiranku "Oh tidak, nampaknya aku benar-benar terjebak".

Tetapi hal itu mulai berubah seiring berjalannya waktu lebih tepatnya ketika hampir memasuki semester ke-2 kelas X. Pada saat itu aku mulai merasakan bahwa Smasix memberikan kepercayaan lebih kepadaku. Di saat aku masih kelas X aku sudah dicalonkan menjadi Ketua OSIS SMAN 6 Banjarmasin, pada saat itu calon yang diajukan sebanyak 7 orang dimana 5 orang dari kelas XI dan 2 orang dari kelas X (5 calon Ketua OSIS saat itu merupakan alumni dari Spenda dan 2 oarang lainnya merupakan alumni Spenlan). Walaupun aku tidak terpilih tetapi hal itu memberikan pengalaman yang lebih bagiku karena untuk pertama kalinya aku harus berorasi di depan seluruh siswa dan guru yang ada di SMAN 6 Banjarmasin yang berjumlah kurang lebih 500 orang. Dan saat itulah aku mulai dikenal oleh warga Smasix lainnya tetapi belum secara menyeluruh.

Saat masih kelas X aku mengikuti OSIS dan disana aku mendapat berbagai pengalaman tentang keorganisasian lebih baik dibandingkan dengan teman-teman OSIS ku yang lainnya karena saat itu aku sering sekali diajak oleh para senior untuk bergerak secara aktif dalam OSIS, mulai dari mengirim proposal, bernegosiasi dengan sponsor, membuat surat-surat penting terkait kegiatan, menjadi konseptor dalam suatu kegiatan, mengurus perizinan kegiatan dengan guru dan kepala sekolah, dan lain sebagainya telah aku ikuti pada saat kelas X.

Pada saat kelas XI tidak heran aku kembali dicalonkan menjadi Ketua OSIS SMAN 6 Banjarmasin dan walaupun akhirnya aku tidak menjadi Ketua OSIS aku pun sudah cukup senang terpilih menjadi Wakil Ketua OSIS I SMAN 6 Banjarmasin. Dan saat itu lah aku betul-betul dikenal oleh seluruh warga SMAN 6 Banjarmasin, dan semakin dipercaya oleh warga SMAN 6 Banjarmasin. Di saat kelas XI tersebut aku sempat menjadi asisten guru TIK, dipercaya guru dalam meyelesaikan trouble-trouble terkait dengan komputer, menjadi konseptor di berbagai kegiatan (enak sih jadi konseptor tapi bikin pusing apabila panitia yang lain tidak bisa menjalankan suatu tugas yang telah diberikan), mengikuti berbagai seminar, dan lomba karya tulis ilmiah.

Disaat masa jabatan OSIS ku hampir berakhir, pada semester 2 kelas XI aku dipercaya menjadi Ketua KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) sekolah ku hingga lulus dari SMAN 6 Banjarmasin. Dan aku pun sempat merasakan sensasi kompetisi tingkat Nasional dan mengikuti Internasional Expo yang diadakan di Jakarta. Dan disaat aku lulus dari SMAN 6 Banjarmasin kepergian ku pun dilepas rasa haru dari guru-guru SMAN 6 Banjarmasin karena pencapaian yang pernah kuraih. Dan kini aku tidak akan pernah lupa dengan SMAN 6 Banjarmasin, dan akan terus memberikan kontribusi selama aku mampu untuk melakukannya.

sebagian kegiatan yang pernah didokumentasikan (sayang nggak semua kegiatan yang pernah diikuti ada dokumentasinya).




"Aku pun akhirnya telah berhasil menuliskan tinta emas di SMAN 6 Banjarmasin"

0 komentar:

Posting Komentar

Curriculum Vitae

CV