#QUOTE

.

Wisata Green Industry Semen Indonesia

Tuban, 13 Desember 2014.

Teman-teman Asrama

Anggota AMKS Hasanuddin HM Surabaya.

11 Mar 2017

PKM 2016 lolos didania 2017





[9 Maret 2017]

PKM 2016 didanai 2017 telah diumumkan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Total 3918 proposal PKM dari 422 Perguruan Tinggi lolos didanai. 10 Perguruan Tinggi yang paling banyak meloloskan PKM nya adalah: IPB (195), UNDIP (190), ITS (187), UNAIR (134), UGM (129), UB (126), UNHAS (116), UNY (115), UNAND (109), dan UR (92).
Kejutan tahun ini datang dari tanah Makassar dan Sumatera, yang mana UNHAS berhasil menempati peringkat ke-7 serta UNAND dan UR yang menempati peringkat ke 9 dan 10. Sedangkan Perguruan Tinggi 10 besar lainnya sudah menjadi langganan PKM.
Di tengah euforia PKM 2016 lolos didanai 2017 ini, ada suatu kebanggaan yang luar biasa dan tak pernah disangka. Alhamdulillah...dari 14 proposal PKM UPN "Veteran" Jatim yang lolos didanai, Teknik Lingkungan memperoleh 6 PKM yang lolos didanai. Inilah hasil perjuangan panjang yang tak pernah henti meski kurangnya dukungan lembaga.
Jika ditarik kebelakang pada tahun 2014, perjuang tersebut dimulai dengan membentuk 1 kelompok untuk mengusulkan proposal PKM pada saat itu. Berbekal pengetahuan dan pengalaman ketika di UNAIR, dilakukan lah usulan kepada petinggi universitas untuk menerapkan beberapa strategi menyukseskan PKM. Namun dikarenakan tidak adanya sinergisitas dan langkah strategis yg diterapkan, akhirnya 2014 gagal.
Pada 2015, kegiatan dimulai dari cakupan yang lebih kecil yaitu Prodi Teknik Lingkungan. Dengan ditemani seorang kawan Rega Satria, kegiatan kelas PKM berhasil diselenggarakan guna mewadahi ide-ide kreatif mahasiswa TL angkatan 2015 yang sangat luar biasa, meskipun saat itu berjuang tanpa dukungan organisasi dan dukungan setengah hati dari prodi. Langkah strategis pun disusun dan dieksekusi agar memperoleh hasil yang diharapkan. Namun Tuhan berkata lain, nampaknya ikhtiar dan tawakal yang dilakukan saat itu masih kurang.
Pada tahun 2016 dengan bantuan HIMA-TL UPN "Veteran" Jatim yang memfasilitasi Kelas PKM agar lebih maksimal, Prodi TL yang kali ini lebih mendukung, dosen-dosen UPN "Veteran" Jatim yang memperjuangkan PKM (Bu Sri Winarti dan Bu Endang Yektiningsih) dengan sangat luar biasa karena harus melakukan safari ke fakultas-fakultas untuk menyosialisasikan dan menarik minat mahasiswa untuk aktif di PKM, Rekan-rekan dari berbagai ormawa di UPN "Veteran" Jatim yang ikut serta membantu menyukseskan PKM 2016 (BEM FEB, BEM FISIP, Himagri, Himatekk, Himatepa), dan Mahasiswa TL yang sudah berpartisipasi aktif di PKM yang tanpa lelah melakukan revisi, serta berbagai pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada mereka yang mendukung penuh PKM 2016 ini, karena tanpa sinergi yang kuat antar sesama dan juga kekuatan doa maka hal ini tidak dapat diperoleh.
Perjuang masih panjang kawan, untuk menuju PIMNAS 30 di UMI Makassar diperlukan ikhtiar dan tawakal yang lebih keras lagi.


#pkm #pimnas30 #iniceritakuapaceritamu

20 Feb 2017

Seminar Akademik: Upaya Ormawa Meningkatkan Iklim Keilmiahan untuk Berkompetisi

Jika pada November 2016 lalu untuk pertama kalinya diundang untuk mengisi kegiatan diskusi di fakultas lain (lebih tepatnya prodi Agrobisnis), pada Jumat (10 Februari 2017) menjadi salah satu moment yang luar biasa, karena pada saat itu mendapatkan kesempatan untuk mengisi materi pada Seminar Akademik "Bedah Karya Mahasiswa FTSP" yang diselenggarakan oleh WIDYASTANA HIMARS (Himpunan Mahasiswa Arsitektur Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur) dengan tujuan mempererat hubungan antar mahasiswa/i eks-FTSP (saat ini prodi T.Sipil dan T.Lingkungan menjadi bagian Fakultas Teknik, sedangkan Arsitektur dan Desain Komunikasi Visual menjadi Fakultas Arsitektur dan Desain), sharing-sharing keilmuan, dan menumbuhkan semangat mahasiswa untuk terus berkarya.
       Kegiatan yang dihadiri lebih dari 50 mahasiswa ini berjalan sangat menarik, karena perwakilan 1 orang dosen/praktisi dan 1 orang mahasiswa dari masing-masing prodi eks-FTSP ini memaparkan materi berdasarkan sudut pandang keilmuan mereka. Prodi Arsitektur yang diwakili oleh praktisi, memaparkan terkait pentingnya filosofi dalam setiap desain bangunan yang akan dibuat dan menikmati setiap proses dalam mendesain, karena menurut beliau ada keindahan dalam suatu proses. Sedangkan mahasiswa Arsitektur, memaparkan karya dengan judul "Dari Kadiri Menuju Kediri" yang menjadi Juara I pada Sayembara Bundaran Sekartaji Kota Kediri 2016. Prodi T.Lingkungan yang diwakili oleh Pak M.Mirwan ST., MT. memaparkan materi terkait Green Building dan Emisi Buang agar tercipta hunian yang nyaman, sedangkan mahasiswa T.Lingkungan yang diwakili oleh Muhammad Firdaus Kamal memaparkan karya dengan judul "Green Building Awareness Award sebagai Upaya Mewujudkan Tata Kota yang Berwawasan Lingkungan" yang pernah menjadi Juara II pada Lomba Esai TL Expo 2014 dan Juara I pada Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Nasional LSME UB 2015.
       Pada sesi kedua seminar, dilanjutkan pemaparan oleh T.Sipil dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Dosen T.Sipil memaparkan terkait pentingnya peran agama dalam menyukseskan setiap langkah yang dijalani oleh setiap manusia, sedangkan mahasiswa T.Sipil memaparkan terkait pengalamannya selama mengikuti berbagai kompetisi di bidang T.Sipil seperti Lomba Rancang Bangun Jembatan, Lomba Estimasi Biaya Proyek, dan sebagainya. Dosen Prodi DKV memaparkan terkait konsentrasinya dalam bidang menggambar manual dengan pensil warna dan cat air, serta membuat biografi. Selain itu dosen tersebut juga memberikan pencerdasan kepada para peserta Seminar Akademik bahwa Mural, Graffiti, dan Vandalisme merupakan sesuatu yang berbeda. Sedangkan mahasiswa DKV memaparkan terkait dengan pengalamanya mengikuti berbagai kompetisi mural.
       Semoga saja dengan adanya kegiatan ini dapat memacu dan memotivasi mahasiswa lainnya untuk tidak takut berkarya, sehingga kampus ini tidak kalah bersaing dengan kampus lainnya. Dan lebih besarnya lagi, diaharapakan karya-karya lainnya semakin tumbuh sehingga Indonesia lebih kompetitif ketika bersaing di kompetisi dunia. Seperti yang disampaikan oleh Pandji Pragiwaksono dalam jokesnya, "Indonesia itu lebih banyak orang bekerja ketimbang berkarya. Bahkan banyak orang yang kerja mengerjakan karya orang lain (contohnya film animasi luar negeri yang dikerjakan animator Indonesia)".

16 Jan 2017

Program Kerja Kehidupan 2017

Tahun 2016 telah berlalu, jika diibaratkan suatu organisasi maka perlu adanya Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) untuk mengevaluasi program yang dijalankan selama periode sebelumnya. Pada tahun 2017 perlu adanya perencanaan Program Kerja (proker) agar target yang diinginkan dapat terwujud.
Setiap orang beramai-ramai melakukan refleksi 2016 dan membuat resolusi 2017, dengan harapan tahun ini dapat lebih baik dari tahun sebelumnya. Berikut program yang direncanakan beserta Tolak Ukur Keberhasilan (TUK) masing-masing program.

21 Jan 2016

Sinergisitas Triple Helix dalam Membangun Industri Tambang yang Berkelanjutan


Seringkali ketika mendengar kata “tambang” yang terlintas dipikiran masyarkat adalah stigma-stigma negatif tentang kerusakan lingkungan. Wilayah yang menjadi area pertambangan akan terkikis, sehingga dapat menyebabkan erosi. Limbah hasil pengolahan tambang juga dapat mencemari lingkungan.
Namun hal yang patut dicermati dari sebuah usaha tambang adalah upaya yang dilakukan dalam pengelolaan lingkungan untuk  meminimalisir efek dari kerusakan yang telah dilakukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan Sinergisitas Triple Helix.
Triple Helix adalah sinergi kekuatan antara akademisi, industri (dunia usaha), dan pemerintah. Kalangan akademisi dengan sumber daya, ilmu pengetahuan, dan teknologinya memfokuskan diri untuk menghasilkan berbagai temuan dan inovasi yang aplikatif, sehingga perusahaan tambang dapat efektif dan efisien dalam menjalankan proses bisnisnya. Kalangan bisnis melakukan kapitalisasi yang memberikan keuntungan ekonomi dan kemanfaatan bagi masyarakat dengan memperhatikan pengelolaan lingkungan yang baik agar dapat tercipta pembangunan yang berkelanjutan. Sedang pemerintah menjamin dan menjaga stabilitas hubungan keduanya dengan regulasi kondusif.
sumber: Farinha & Ferreira (2013)


Referensi
Farinha, Luis & João J. Ferreira, 2013. Triangulation of the Triple Helix: A Conceptual Framework diakses dari www.triplehelixassociation.org [19 Januari 2016].

Curriculum Vitae

CV